[Review Buku] Cinta Yang Hilang karya O. Henry

Image

Buku ini berisi 7 cerita terbaik karya master cerpen berkebangsaan Amerika Serikat, O. Henry. Diterjemahkan oleh Sunaryono Basuki K. S dan diterbitkan oleh Serambi. Kisah-kisah dalam buku yang memiliki jumlah halaman sebanyak 120 halaman ini adalah tentang cinta sepasang anak muda, yang kadang berakhir bahagia, kadang juga berakhir getir.

1. Cinta yang Hilang

Berkisah tentang seorang pemuda yang berkeliling tempat demi mencari kekasihnya yang telah lima bulan menghilang.

Siang-malam, lelaki itu mencari, namun kekasihnya itu tak sekalipun ia temukan. Sampai suatu ketika, pada saat ia menginap di salah satu kamar di sebuah rumah di kawasan West Side, ia merasa mencium aroma khas Si Gadis di dalam kamar yang ditempatinya. Dan dari situlah ia merasa  angin segar bertiup ke arahnya.

2. Hadiah Kejutan

Cerita ini juga dipublikasikan oleh Fiksi Lotus dengan judul “Pemberian Sang Magi”

http://fiksilotus.com/2010/04/05/pemberian-sang-magi/

Dan juga pernah dikartunkan.

Tuan dan Nyonya Dillingham–Jim dan Delia–hendak merayakan Natal. Meski datangnya Natal hanya tinggal sehari lagi, namun Delia belum memiliki uang untuk membelikan Jim sebuah hadiah. Dan itu membuat ia cemas. Setelah berpikir keras, akhirnya ia mengambil keputusan untuk menjual satu-satunya harta yang bisa ia jual demi membelikan sesuatu untuk suaminya. Namun, sesuatu yang tidak pernah ia sangka terjadi.

3. Bukti Cerita

Westbrook, seorang redaktur majalah, bertemu dengan Dawe, seorang penulis fiksi, di sebuah taman. Mereka lalu memperdebatkan: kata-kata seperti apa yang keluar dari mulut seseorang saat dilanda krisis emosional. Dan karena keduanya sama-sama bertahan dengan pendapat masing-masing, maka Dawe mengambil inisiatif untuk melakukan pembuktian.

4. Semata-mata Bisnis

Berkisah tentang aktor dan aktris kabaret yang menjalin kerja sama demi menciptakan pertunjukan yang akan selalu diingat, Mice Will Play.

Hart yang baru sekali melihat akting Cherry langsung jatuh cinta dengan kemampuannya. Ia merasa Cherry adalah sosok yang sesuai untuk memerankan tokoh Helen dalam ceritanya. Dan begitulah, ia mendatanginya, mengajaknya bekerja sama, dan Cherry setuju. Mice Will Play pun sukses dimainkan dan menjadi terkenal.

“Semata-mata karena bisnis”. Itulah yang sering mereka katakan di awal kerja sama. Dan saya pun akan berpikir demikian, bila O. Henry tidak menghadirkan akhir yang cukup mengejutkan—meski bagi saya terasa membingungkan.

5. Kenyataan adalah Sandiwara

Adalah Frank Barry, Helen, dan John Delaney, nama tokoh yang Aku ceritakan. Frank dan Helen telah menikah, namun John tidak bisa menerimanya. Maka, setelah upacara pernikahan mereka, John masuk ke kamar Helen dan memintanya untuk lari bersamanya. Tentu saja Helen menolak. Meski demikian, ia merelakan tangannya untuk dicium John sebagai ciuman perpisahan.

Sungguh tak disangka, di saat itu, Frank masuk dan melihat semuanya; John yang tengah mencium tangan Helen. Itu membuat ia marah. Serta-merta ia pun lari meninggalkan Helen. Pun demikian John yang langsung meloncat dari jendela sesaat setelah melihat Frank.

Helen lalu hidup sendirian. Dan akan terus sendirian, seandainya 18 tahun kemudian tidak datang dua sosok pria ke dalam kehidupannya, Ramonti dan seorang pria misterius.

6. Perempuan dan Suap Menyuap

Ferguson Pouge, seorang pencoleng, bercerita kepadaku, katanya; ia pernah membuat kesepakatan dengan Vaucross dan Artemisia Blye.

Vaucross, yang ingin menjadi tenar, harus berpura-pura jatuh cinta  setengah mati kepada Artemisia Blye. Setelah ia mendapatkan Blye, ia harus mencampakannya. Dan selanjutnya, Blye harus menggunggat Vaucross sebanyak 100.000 dolar karena perbuatannya–Blye akan mendapatkan bayaran sebanyak 10.000 dolar, baik gugatannya itu menang atau kalah.

Seharusnya, mereka bisa mendapatkan apa yang masing-masing inginkan, jika saja semua berjalan sesuai rencana.

7. Demi Cinta

Joe dan Delia  sama-sama mencintai seni. Mereka bertemu di sebuah studio, tempat sejumlah mahasiswa  seni dan musik berkumpul. Mereka saling terpikat dan lalu menikah. Hidup mereka bahagia dan berkecukupan.

Joe belajar melukis di kelas Magister yang agung. Tarifnya mahal. Pun demikian dengan Delia, yang belajar musik di bawah bimbingan Rosenstock. Namun, semua biaya yang mereka keluarkan tidak sia-sia. Joe segera mampu membuat lukisan yang bisa menarik para peminat agar segera merogoh saku mereka untuk membeli. Sementara Delia sendiri, semakin akrab dengan dunia musik.

Sampai suatu ketika, bendera Seni mulai merosot. Dan itu membuat Delia harus bekerja demi Joe, agar bisa terus belajar di kelas Magister.

Cinta Yang Hilang. Saya memberi nilai 3,5 dari 5 bintang untuk buku itu. Gaya penulisan O. Henry yang khas telah membuat saya terhibur; bahasa yang sederhana, tema yang sederhana, serta ending yang mengejutkan.

Kekurangan buku ini, menurut saya, ada di dua cerpen yang membuat saya berpikir, “Kenapa? Kok bisa?” Cerpen yang saya maksud adalah Cinta Yang Hilang dan Semata-mata bisnis.

Pada Cinta yang hilang, saya bertanya-tanya, “Kenapa gadis itu pergi?” Sementara pada Semata-mata Bisnis, saya bertanya-tanya, “Kenapa mereka tidak tahu?”

Agar bisa tahu seperti apa gaya kepenulisan yang saya maksud, silakan baca salah satu cerpen O. Henry di Fiksi Lotus.

Sekian,

Olih @o_lihn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s